Pada postingan yang satu ini artikelnya di tujukan buat ikut lomba menulis PTSMI. Jadi, sebelum menulis artikel ini ada workshop dan salah satu yang saya ingat kata kak Maria Y Benyamin (pemateri workshop). Tujuan menulis itu supaya tidak berlalu begitu saja kayak kenangan eh apa kayak doi wkwkwk. Nah tema penulisannya itu tentang 17 tujuan SDGs (Sustainable Development Goals/Pembangunan yang Berkelanjutan) tetapi topik penulisannya itu ada beberapa salah satunya Kawasan Ekonomi Pariwisata nah, itu topik yang saya pilih.
Ini dia tulisannya silahkan menikmati
Tidak dapat kita pungkiri bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang memiliki biodeversitas tertinggi pertama dan dapat mengalahkan Brazil yang menempati urutan kedua. Biodeversitas (keanekaragaman hayati) adalah suatu tolak ukur Negara yang menjadi patokan atau ukuran dalam penentu bumi di daerah sekitar itu sehat atau tidak. Tepat di garis khatulistiwa Indonesia berada dengan daerah tropis yang dimilikinya membuat curah hujan tinggi dan menyebabkan tanaman tumbuh subur. Bukan hanya di sektor pertanian saja tetapi sumber daya Indonesia juga terdapat di sektor kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan, serta pertambangan dan energi. Selain sumber daya yang berkaitan dengan flora dan fauna, Indonesia juga memiliki sumber daya pariwisata yang sudah di akui oleh dunia. Daya saing dan pertumbuhan pariwisata Indonesia berada pada urutan sembilan, mengalahkan Malaysia dan Thailand.
Pariwisata mulai dilirik sebagai salah satu sektor yang sangat menjanjikan bagi perkembangan wilayah di skala global. Seiring dengan perkembangannya, muncul konsep ekowisata berbasis masyarakat, yaitu wisata yang menyuguhkan segala sumber daya wilayah yang masih alami, yang tidak hanya mengembangkan aspek lingkungan dalam hal konservasi saja, namun juga memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar, sebagai salah satu upaya pengembangan pedesaan untuk meningkatkan perekonomian lokal, dimana masyarakat di kawasan tersebut merupakan pemegang pengendali utama. Sektor pariwisata dapat menyediakan keuntungan ekonomis bagi masyarakat, pariwisata dapat menciptakan berbagai keuntungan sosial maupun budaya, serta pariwisata dapat membantu mencapai sasaran konservasi lingkungan. Dalam hal ini pemberdayaan masyarakat lokal sangat diperlukan untuk lebih mengenal, mengembangkan dan mendapatkan solusi dari permasalahan yang ada pada daerah wisata tersebut. Dengan memberdayakan masyarakat lokal, akan terwujud partisipasi yang baik antara masyarakat setempat dengan industri wisata di kawasan tersebut dan dengan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan diharapkan akan terwujud bentuk kerjasama lebih baik antara masyarakat setempat dengan industri pariwisata.
Ekowisata saat ini yang cukup populer adalah hutan mangrove. Hutan mangrove adalah ekosistem hutan daerah pantai yang terdiri dari kelompok pepohonan yang bisa hidup dalam lingkungan berkadar garam tinggi. Penampakan mangrove memiliki akar semak belukar yang memisahkan daratan dengan laut. Di Indonesia mangrove tumbuh di atas tanah lumpur alluvial di daerah pantai atau muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut. Selain itu hutan mangrove memiliki banyak fungsi mulai dari penyedia sumber makanan, bahan baku industri, mencegah banjir, mencegah erosi, hingga fungsi rekreasi. Persebaran hutan mangrove sudah mulai banyak di wilayah Indonesia dan beberapa juga sudah menjadi pusat rekreasi masyarakat sekitar seperti hutan mangrove di Palau Indak Kapuk yang berada di Jakarta. Tetapi sebelumnya hutan mangrove juga terdapat di Pulau Untung Jawa. Tepat tanggal 10 februari 2019 saya berkunjung ke pulau tersebut.
Infrastruktur sudah mulai berkembang di daerah pesisir pantai yang menjadi objek wisata. Tetapi hutan mangrove di pulau tersebut belum tertata dan masih dalam perkembangan. Dalam hal ini kita dapat melakukan konservasi hutan dengan mengikuti hukum yang berlaku yaitu undang – undang RI No. 5 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Dalam UU di sebutkan bahwa konservasi bertujuan untuk mengusahakan terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya sehingga dapat lebih medukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Kegiatan tersebut dapat membawa masyarakat untuk menemukan solusi masalah yang ada.
Beberapa henwan laut yang menghuni hutan mangrove seperti ikan, ubur – ubur, udang, kepiting, siput dan lainnya memanfaatkan hutan mangrove untuk mendukung proses pemijahan dan juga menjadikan hutan mangrove sebagai tanah pembibitan serta sebagai tempat perlindungan dari predator terutama bagi hewan laut yang beranjak dewasa. Bukan hanya ekosistem laut tetapi bermanfaat pula untuk kehidupan manusia dari segi ekonomi para nelayan maupun warga sekitar hutan mangrove dapat memanfaatkannya sebagai kebutuhan konsumsi atau kebutuhan perdagangan. Konservasi tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat saja tetapi juga pemerintah.
Selain konservasi, pembangunan infrastruktur seperti jembatan sudah dalam pengerjaan. Jembatan tersebut pun menjadi daya tarik pada objek wisata di Pulau Untung Jawa. Pembuatan toilet di kawasan tersebut masih perlu di tambahkan karena toilet yang tersedia saat ini tidak cukup memadai. Dalam hal ini PT Sarana Multi Infrastruktur dapat mengambil peran untuk membantu masyarakat sekitar dan pengunjung saat berekreasi. Kios dan rumah penginapan juga dapat lebih dikembangkan lagi agar objek wisata tersebut dapat mempunyai daya bersaing yang tinggi.
Gebnerasi milenial juga dapat turut andil dalam proses perkembangan Pulau Untung Jawa bekerja sama dengan pemerintah. Milenial dapat membuat beberapa tempat menjadi tempat yang instagramable salah satunya bisa dengan membuat mural pada tempat yang dianggap pas atau sesuai. Jadi, generasi milenial tidak hanya dianggap negatif saja tetapi dengan kolaborasi yang dilakukan oleh generasi milenial, pemerintah dan PT SMI dapat membuat Indonesia lebih baik dengan pembangunan yang berkelanjuatan. Mengikuti generasi milenial boleh, tapi jadi manusia yang produktif itu harus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar