Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyanyang, saya panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan karunia-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelasaikan makalah ini tentang Etika Bisnis ala Rasullulah SAW dalam kehidupan sehari – hari
Alhamdullillah, makalah ilmiah ini telah saya susun dengan maksimal dengan mendapatkan sumber informasi dari berbagai media cetak maupun media Online sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Tak lupa saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam pembuatan makalah ini.
Akhir kata, saya menyadari sepenuhnya bahwa kekurangan baik dari segi kaliamat, susunan maupun tata bahasa. Oleh karena itu, saya menerima segala kritik dan saran dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah ini.
Saya berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.
Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Latar belakang
Perkembangan ekonomi syariah semakin hari semakin berkembang. Hal itu memicu bisnis online maupun offline berbasis syariah mulai bemunculan. Beberapa bisnis online pernah melakukan kecurang mulai dari barang tidak sesuai permintaan sampai penipuaan. Tidak hanya bisnis online, fintech tentang pembayaran, pinjam meminjam uang sampai dengan ankutan online pun ada.
Sebagai Makhluk sosial pasti kita membutuhkan orang lain dalam memenuhi dan melengkapi kebutuhan. Manusia memiliki nilai luhur yang salah satunya adalah kejujuran dalam setiap tindakan, yang demikian akan melahirkan kepercayaan satu sama lain. Dalam hal ini etika sangatlah berpengarung dan menjadi pegangan bagi setiap manusia terutama pelaku bisnis.
Perilaku merupakan kewajiban mutlak yang harus dimiliki oleh manusia sedangkan etika itu adalah pilihan seseorang jadi, seseorang dapat memilih mau beretika baik atau buruk. Termasuk dalam berdagang, seseorang akan lebih dipandang dan memiliki banyak pelanggan jika etika dalam berbisnisnya itu baik dan sebaliknya juka kita berdagang dengan mengutamakan profit atau keuntungan saja banyak orang yang tidak memikirkan etika bisnis yang baik.
Orang berpendidikan belum tentu memiliki etika yang baik karena ilmu tidak mendidikmu sedangkan orang yang memiliki etika baik tanpa berpendidikan itu jauh lebih baik. Kita bayangkan seorang guru menyampaikan ilmunya dengan etika baik pasti akan disambut baik oleh muridnya sebaliknya pun begitu. Semua yang kita lakukan haruslah beretika mulai dari memberi nasehat, memberi ilmu, memberi teguran, memberi peringatan hingga sampai memerintah seseorang pun.
Rumusan masalah
Bagaimana sejarah etika bisnis syariah Rasullulah SAW?
Apa yang mendasari terbentuknya etika ?
Apakah etika bisnis bisa berubah ?
Tujuan penulisan
Pembaca dapat mengetahui sejarah bisnis pada zaman Rasulullah SAW.
Pembaca dapat mengetahui dasar terbentuknya etika..
Pembaca dapat mengetahui etika dapat bisa berubah atau tidak.
Sejarah bisnis pada zaman Rasulullah SAW
A. Mekah sebagai pusat perdagangan
Raja Abrahah yang kejam dan ribuan pasukannya yang menunggangi gajah bergerak menuju Yaman untuk menyerang dan merebut daerah itu tetapi, setelah sampai di Yaman Raja Abrahah sangat marah karena informasi tentang Negeri Yaman tidak sesuai. Negeri Yaman didapati telah tandus dan ditinggalkan oleh pendukduknya. Duhulu, Yaman merupakan pusat perdagangan yang terkenal. Namu, sejak adanya kota Mekah para pedagang pun berpindah. Kini, Mekah menjadi pusat perdagangan yang baru. Alasan para pedagang berpindah adalah karena di Mekah terdapat kakbah yang merupakan tempat beribah. Raja Abrahah kemudian memerintahkan prajurit dan rakyatnya membangun sebuah tempat ibadah untuk menyangi kakbah. Ia menginginkan tempat ibadahnya lebih mewah dari kakbah sehingga Yaman menjadi pusat perdagangan dan Mekah menjadi sepi.
Tidak lama kemudian Yaman mulai dibangun semua gajah ikut membantu prajuritnya membuat tempat ibadah yang terbuat dari emas dan perak itupun akhirnya selesai dibangun. Namun, tidak ada seorang pun yang datang kesana. Raja Abrahah pun semakin marah, ia berencana menyerang kota Mekah dan memerintahkan bala tentara dengan menunggangi gajah untuk kesana. Diperjalanan Raja Abrahah melewati peternakan Abdul Muthalib mereka semua menangkap semua hewan ternaknya dan memberitahu bahwa ia hendak meruntuhkan Kakbah.
Ketika bangunan Kakbah sudah terlihat di depan mata. Seketika semua gajah itupun tidak bisa melangkah dan membuat semua gajah ketakutan. Kemudian, langit menjadi gelap gulita burung ababil yang hitam itupun berdatangan dengan membawa batu panas dari neraka. Batu tersebut di lemparkan ke Raja Abrahah serta pasukan sehingga tidak satupun dari mereka selamat. Kemudian, mencullah sebuah cahaya yang menerangi penjuru seluruh negeri. Cahaya itu datang dari bayi yang digendong oleh Abdul Muthalib yang bernama Muhammad bin Abdullah.
B. Masa Kenabiaan
Periode Mekah
Periode Mekah pada saat Rasulullah SAW bertemu dengan Khadijah. Khadijah seorang janda yang ditinggalkan warisan yang sangat banyak oleh suaminya dan bisa katakana orang terkaya di kota Mekah dan ia menjalankan usaha dagangnya. Banyak kafilah – kafilah pedagang besar itu mengambil barang dagangan Khadijah dengan sangat banyak. Suatu ketika Khadijah ingin mempekerjakan laki – laki untuk memandu kafilah membawa dagangannya menuju Syam karena mereka berangkat menuju Syam hanya sekali dalam setahun. Dimusim dingin mereka berangkat menuju kota Yaman dan di musim pana mereka berangkat ke kota Syam, itu semua merupakan kebiasaan kaum Quraisy. Kerena akhlaknya, kejujuran, integritasnya dan kinerjanya yang begitu luar biasa Rasulullah SAW Akhirnya di utus menjadi laki – laki yang akan bertanggung jawab membawa kafilah dagang Khadijah menuju Syam.
Begitu sampai di Syam dengan izin Allah SWT barang itu laris terjual yang didapat sangat luar biasa. Ketika kafilah hendak pulang ke Mekah Rasulullah SAW memberikan kebijakan beliau belanja barang – barang di kota Syam yang tidak ada di kota Mekah atau barang – barang Mekah yang harus di import dari kota Syam untuk dijual dengan kebijakan tersebut Rasulullah SAW mendapatkan keuntungan dua kali lipat.
Periode Madinah
Salah satu penyebab Rasulullah SAW hijrah ke Madinah karena adanya pemboikotan (melarang setiap perdagangan bisnis dengan pendukung Nabi Muhammad SAW) yang dilakukan kaum kafir Quraisy kepada Rasulullah SAW dan para pengikutya (Bani Hasyim dan Bani Muthalib) hingga 2 – 3 tahun lamanya. Peristiwa ini dimulai pada tanggal 1 bulan muharram tahun ke 7 sejak pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi. Ketatnya pemboikatan menyebabkan cadangan makanan Bani Hasyim dan Bani Muthalib habis. Orang – orang musyrikin dengan sengaja menaikan harga barang dan makanan menjadi sangat tinggi supaya tak dapat dibeli oleh Bani Hasyim dan Bani Muthalib.
Beberapa bahan makanan hanya bisa didapat dengan cara sembunyi-sembunyi. Hal ini membuat mereka bersatu kecuali abu Lahab dan abu Sufyan yang tetap bersama kaum kafir Quraisy. Mereka berkumpul didalam syi'ib (perkampungan kecil Abu Thalib karena terjadi seperti ini justru membuat mereka semakin kuat dan kompak saling membantu setiap kafilah dagang yang datang ke Mekah supaya mereka manaikan harga setinggi-tingginya khusus untuk Banni Hasyim dan Bani Muthalib untuk menutupi akibat kerugian karena tidak laku maka abu Lahab berjanji akan membeli dagangan mereka semua karena itu akhirnya Abu Lahab harus membayar semua dagangan tersebut. Memasuki tahun ketiga beberapa tokoh dari Bani Husein membuat rencana untuk membatalkan atau menyudahi perjanjian yang ada pada piagam. Bersamaan dengan itu Allah SWT memerintahkan ribuan rayap agar menggerogoti piagam yang tergantung di dalam Kakbah hingga tidak ada lagi yang tersisa selain sebuah kalimat keagungan asma Allah SWT. Rencana Bani Husein akhirnya terdengar oleh kaum kafir Quraisy terutama Abu Jahal. Sebelum itu terdengar, Rasulullah SAW mengetahui lebih dahulu dan bercerita ke Abu Thalib. Mendengar hal ini Abu Thalib segera menuju Kakbah dan terdapat orang kafir Quraisy yang sedang berkumpul dan akhirnya Abu Thalib memberi tahu ke pada mereka tetapi, mereka semua tidak ada yang percaya akhirnya mereka membuat perjanjian jika yang dikatakan Rasulullah adalah benar maka kaum kafir Quraisy sudah berbuat dzalim kepada Bani Hasyim dan Bani Muthalib dan sebaliknya. Dan kenyataan memberikan bukti bahwa yang di ucapkan Rasulullah SAW adalah benar.
Dasar terbentuknya Etika
Kita dapat mengambil contoh Nabi Muhammad SAW beliau bertugas untuk mengubah akhlak seorang muslim. Etika jika kita lihat dari konsepnya bisa berubah sedangkan jika lihat dari aturanya seperti jujur itu tidak berubah karena jujur itu etika baik dan dimanapun atau kapanpun tetap menjadi etika baik. Etika itu pada dasarnya sama seperti akhlak yang lahir dari fitrah manusia. Kemudian, akan melahirkan nilai dan ikuti dengan moral yang dapat diwujudkan dengan norma – norma yang berlaku. Moral, iman dan fitrah itu semua yang menjadikan manusia memiliki integritas. Dalam beretika, integritas dianggap oleh banyak orang sebagai kejujuran dan kebenaran/ketetapan tindakan seseorang. Dalam konteks ini, integritas adalah rasa batin “keutuhan” yang berasal dari kualitas seperti kejujuran dan konsisten karakter. Dengan demikian, “memiliki integritas” sejauh mereka bertindak sesuai dengan nilai, kepercayaan dan prinsip yang mereka pegang. Jadi dapat disimpulkan bahwa etika baik atau buruknya manusia berasal dari iman dan itu termasuk ke dalam fitrah (sifat asal).
Apakah etika dapat berubah ?
Berbicara tentang etika bisa berubah atau tidak kita sudah mendapat penjelasannya dalam pembahasan sebelumnya. Etika itu bisa berubah, jika kita lihat dari konsepnya bisa berubah sedangkan jika lihat dari aturanya seperti jujur itu tidak berubah karena jujur itu etika baik dan dimanapun atau kapanpun tetap menjadi etika baik karena eika bisa berubah sesuai tuntutan zaman kita ambil contoh seseorng dulu meliki etika buruk seperti berjudi tapi dengan seiring dengan berkembangan atau berjalannya zaman seseorang tersebut menjadi seorang ustadz contoh lain jika di Negara Jepang etika bersekolah memakai rok pendek itu diperbolehkan dan dianggap baik lain halnya di Negara Indonesia, sebagian sekolah sudah mulai melarang muridnya untuk memakai rok pendek karena dianggap kurang baik.
Dalam pembahasan kali ini kita dapat mengetahui bagaimana perjuangan Nabi Muhammad SAW mempertahankan agar masyarakat Mekah dan Madinah dapat tetap berdagang atau mendapatkan barang dagangan. Janganlah diantara kalian mempersulit kaum muslim yang satu dengan kaum muslim. Selain itu, etika dapat berubah sesuat zaman atau istiadat di suatu daerah dan pastikan jika kalian tinggal atau pindah disuatu daerah kalian mengetahui terlebih dahulu etika/adat istiadat yang ada.



