Selasa, 26 Februari 2019

ETIKA BISNIS SYARIAH PERTEMUAN KE 1

MAKALAH 
ETIKA BISNIS SYARIAH


Etika Bisnis Ala Rasullulah SAW dalam Kehidupan Sehari – Hari


Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah Etika Bisnis Syariah
Dosen Pembimbing : Haryo Mojopahit 




Disusun oleh :
Retno Septiani
(41702069)




MANAJEMEN PERBANKAN SYARIAH B
SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM
SEBI
2017

KATA PENGANTAR


Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyanyang, saya panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan karunia-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelasaikan makalah ini tentang Etika Bisnis ala Rasullulah SAW dalam kehidupan sehari  hari

Alhamdullillah, makalah ilmiah ini telah saya susun dengan maksimal dengan mendapatkan sumber informasi dari berbagai media cetak maupun media Online sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Tak lupa saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam pembuatan makalah ini.

Akhir kata, saya menyadari sepenuhnya bahwa kekurangan baik dari segi kaliamat, susunan maupun tata bahasa. Oleh karena itu, saya menerima segala kritik dan saran dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah ini.

Saya berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Wassalamualaikum warahmatullah wa barakatuh

Depok, 14 Februari 2019


Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN

Latar belakang
Perkembangan ekonomi syariah semakin hari semakin berkembang. Hal itu memicu bisnis online maupun offline berbasis syariah mulai bemunculan. Beberapa bisnis online pernah melakukan kecurang mulai dari barang tidak sesuai permintaan sampai penipuaan. Tidak hanya bisnis online, fintech tentang pembayaran, pinjam meminjam uang sampai dengan ankutan online pun ada.
Sebagai Makhluk sosial pasti kita membutuhkan orang lain dalam memenuhi dan melengkapi kebutuhan. Manusia memiliki nilai luhur yang salah satunya adalah kejujuran dalam setiap tindakan, yang demikian akan melahirkan kepercayaan satu sama lain. Dalam hal ini etika sangatlah berpengarung dan menjadi pegangan bagi setiap manusia terutama pelaku bisnis.
Perilaku merupakan kewajiban mutlak yang harus dimiliki oleh manusia sedangkan etika itu adalah pilihan seseorang jadi, seseorang dapat memilih mau beretika baik atau buruk. Termasuk dalam berdagang, seseorang akan lebih dipandang dan memiliki banyak pelanggan jika etika dalam berbisnisnya itu baik dan sebaliknya juka kita berdagang dengan mengutamakan profit atau keuntungan saja banyak orang yang tidak memikirkan etika bisnis yang baik.
Orang berpendidikan belum tentu memiliki etika yang baik karena ilmu tidak mendidikmu sedangkan orang yang memiliki etika baik tanpa berpendidikan itu jauh lebih baik. Kita bayangkan seorang guru menyampaikan ilmunya dengan etika baik pasti akan disambut baik oleh muridnya sebaliknya pun begitu. Semua yang kita lakukan haruslah beretika mulai dari memberi nasehat, memberi ilmu, memberi teguran, memberi peringatan hingga sampai memerintah seseorang pun.

Rumusan masalah
Apa definisi etika bisnis syariah ?
Mengapa seorang pembisnis perlu beretika ?
Apakah etika bisnis kita sudah sesuai dengan ajaran Rasullullah SAW ?
Bagaimana sejarah etika bisnis syariah ala Rsullulah SAW?

Tujuan penulisan
Pembaca dapat mengetahui definisi etika syariah.
Pembaca dapat mengetahui alasan bisnis perlu beretika.
Pembaca dapat mengetahui etika apa saja yang diajarkan Rasullullah SAW saat berbisnis.
Pembaca dapat mengetahui sejarah etika bisnis syariah pada zaman Rasulullah SAW.


BAB II
PEMBAHASAN

Definisi Etika Bisnis Syariah
Bisnis bukan hanya berbicara tentang profit saja tetapi juga harus mengindahkan etika. Alasan etika digunakan dalam bisnis adalah merujuk pada kutipan dalam buku kuliah etika. Etika secara terminologis adalah : The systematic study of the nature of value concept, good, bad, ought, right, wrong, ect. And of the general principles which justify us in appliying the to anything, also called moral philosopy.
Yang artinya bahwa etika merupakan studi sistematis tentang tabiat konsep nilai, baik, buruk, harus, benar, salah dan lain sebagainya. Dan prinsip  prinsip umum yang membenarkan kita untuk mengaplikasikannya atas apa saja. dari uraian di atas kita dapat mendefinisikan etika bisnis sebagai seperangkat nilai tentang baik, buruk, benar, dan salah dalam dunia bisnis berdasarkan pada prinsip  prinsip moralitas.
Secara terminologis arti etika sangat dekat pengertiannya dengan istilah al-Quran al-khuluq atau akhlak, akhlak mengandung beberapa arti, diantaranya:
1) Tabiat, yaitu sifat dalam diri yang terbentuk oleh manusia tanpa dikehendaki dan tanpa diupayakan,
2) Adat, yaitu sifat dalam diri yang diupayakan manusia melalui latihan, yaitu berdasarkan keinginannya, dan
3) Watak, yaitu cakupannya melalui hal-hal yang menjadi tabiat dan hal-hal yang diupayakan hingga menjadi adat. Kata akhlak juga berarti kesopanan atau agama.

Dalam bahasa Arab etika Islam sama artinya dengan Akhlak jamak dari Khuluqun yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalqun, yang berarti kejadian, serta erat hubungannya dengan khaliq (Pencipta) dan makhluq (yang diciptakan). Perumusan pengertian Akhlak timbul sebagai media yang memungkinkan adanya hubungan baik antara khaliq dengan makhluq.

Etika juga termasuk bidang ilmu yang bersifat normatif, karena berperan menentukan karena berperan menentukan apa yang harus dilakukan atau yang tidak boleh dilakukan oleh seorang individu. (Beekum, 2004)

Menurut Gloss, Steade dan Lowry seperti yang dikutip Abdul Aziz bahwa bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standar serta kualitas hidup mereka. Etika bisnis dapat berarti pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Moralitas disini berarti aspek baik atau buruk, terpuji atau tercela, benar atau salah dari prilaku manusia. Kemudian dalam kajian etika bisnis islam susunan adjective diatas ditambah dengan halal dan haram.  (Azis, 2013)

Jadi kesimpulan deskripsi mengenai etika bisnis Islam merupakan suatu proses dan upaya untuk mengetahui hal-hal yang benar dan yang salah yang selanjutkan tentu akan melakukan hal benar berkenaan dengan produk, pelayanan perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan tuntutan perusahaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengertian etika bisnis islami tersebut selanjutnya dijadikan sebagai kerangka praktis yang secara fungsional akan membentuk suatu kesadaran beragama dalam melakukan setiap kegiatan ekonomi.  (Azis, 2013)

Mengapa Bisnis Perlu Etika ?
Sesuatu hal jika berjalan sesuai etika maka insyaallah kedepannya akan berjalan baik. Seperti halnya bisnis, sebelumnya dikatakan bahwa bisnis bukan hanya soal profit saja tetapi juga harus mempertimbangkan nilai  nilai kemanusiaan. Bisnis dilakukan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Sehingga membutuhkan suatu pedoman bukan hanya asal saja. sebagai contoh jika bisnis tanpa etika yang ada terjadi kecurangan dan penipuan. jika bisnis kita sudah berjalan sesuai etika maka secara tidak langsung kita sudah melahirkan prinsip  prinsip baik dalam berbisnis itu sendiri seperti kejujuran, akan di pandang baik oleh mitra kerja kita dan saling menuntungkan satu sama lain. Dengan tanpa disadari profit dan keberkahan yang kita terima akan mengalir dengan sendirinya.

Sebelumnya, etika dan hukum adalah dua hal yang berbeda. Fakta yang terlihat adalah etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang di taur oleh hukum. Bahkan merupakan standar lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalah kegiatan bisnis ada beberapa wilayah abu  abu yang tidak di ataur oleh ketentuan hukum.

Etika Bisnis Ala Rasullullah SAW
Semua fakta yang tergambar dalam etika bisnis syariah adalah bisnis yang diajarkan oleh Rasullullah SAW. Sisi yang cukup menonjol adalah pada nilai spiritual, humanisme, kejujuran, dan semangatnya untuk memuaskan mitra bisnisnya. Nilai spiritual apa sih yang digambarkan Rasullullah SAW sebagai berikut :

Dagang adalah ibadah
Serorang pedagang harus memulai dengan niat yang baik yaitu niat karena Allah hamba  hamba yang tulus beribadah, hidupnya akan dipenuhi dengan keberkahan. Risalah ilahiyah mudah dilaksanakan dengan keikhlasan. Niat merupakan penilaian awal diterima atau tidaknya suatu amal perbuatan. Jadi semua perbuatan yang dikategorikan mubah akan bernilai ibada jika diiringi dengan niat untuk mendapat keridhaan Allah SWT sehingga perbuatan itu bernilai ibadah.  (Muthiah, 2018)

Dagang tidak mengganggu waktu ibadah
Allah SWT tidak menyukai orang yang terlalu sibuk berdagang sehingga melupakan kewajibannya yaitu beribadah. Usahakan kita selalu beribadah di awal waktu. ketika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil jibril dan berfirman, Ssesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia, maka jibril pun mencintainya. lalu jibril memanggil penghuni langit dan berkata sesungguhnya, Allah mencintai fulan maka cintailah ia. Maka, penghuni langit pun mencintainya. kemudian, cinta itu diletakkan kepada penghuni bumi.“  (Mishri, 2011)

Kelola Harta dengan Ketakwaan
Segala Sesuatu Harus dijalankan dengan ketakwaan. Begitu pula dengan rezeki yang kita miliki, harus dikelola dengan hati  hati. Pengelolaan harta ini tentu berwal dari bagaimana kita mendapatkannya. Jika takwa adalah bagian dari visi hidup kita maka misi yang harus dilakukan adalah mendapatkannya dengan jalan halal. Sebsb ini semua perintah Allah. Jangan sekali  kali mencari rezeki dengan jalan haram. Kehalalan rezeki dapat makin mendekatkan kita kepada sang khaliq. Kalau Rezeki dari Allah terlambat maka beristigfarlah kepada-Nya. Mohonlah semoga Allah melapangkan rezeki  Nya bagimu. Kunci surge adalah sabar, kunci kemuliaan adalah rendah hari dan kunci kebaikan (kehormatan adalah takwa. (Ali bin Abi Thalib). (Muthiah, 2018)

Kejujuran, pondasi dalam berdagang
Keberhasilan Rasulullah SAW dalam menjalankan usaha dagangnya disebabkan sifat jujur yang melekat dalam diri beliau. Hal ini terbukti, meskipun beliau tidak memilika modal untuk berdagang. Modal yang beliau dapatkan berasal dari investor. Kejujuran beliau menghasilkan kepercayaan dari para investor sehingga dengan mudah beliau menjalankan usaha perdagangan tersebut. (Muthiah, 2018)


BAB III
PENUTUP

Semua cara yang diajarkan Rasulullah SAW sangat banyak sekali dan sudah pasti bermanfaat Penulis hanya dapat memberi penjelasan sebagian kecil saja. semua pembisnis pasti memiliki tujuan yang sama yaitu meraih kekayaan. Hidup dunia itu memang menyenagkan jika kita memiliki harta yang berlimpah tetapi akhirat pun juga sudah menanti di depan mata. Jadi itu adalah pilihan kita ingin mengikuti jejak rasulullah atau tidak, ingin memiliki rezeki berkah atau tidak, dan jawabannya didalam diri anda tanyakan pada hati anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar