1.) Jelaskan apa itu Filsafat ? Mengapa mempelajari filsafat itu penting !
Jawab :
Secara etimologi atau asal usul bahasa, kata filsafat berasal dari bahasa yunani, philosophy yang merupakan penggabungan dua kata yakni, philos atau philein yang berarti cinta, mencintai atau pecinta serta kata Sophia yang berarti kebijaksanaan atau hikmat. Dengan demikian secara bahasa filsafat memiliki arti cinta dan kebijaksanaan. Cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobar kobar atau yang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya.
Kaitan antara kebijaksanaan dan kebenaran dijelaskan oleh Suparlan Suhartono, Ph.D. (2007: 35) bahwa orang yang mencintai kebijaksanaan akan selalu tertarik untuk mencari kebenaran. Ketertarikan ini bisa digambarkan ketika seseorang mengungkapkan pernyataan aku cinta kamu. Aku adalah subjek dan kamu adalah objek. Dalam hal ini aku menyatu dengan objek kamu yang didalamnya terkandung persatuan antara aku sebagai subjek dan kamu sebagai objek. " Persatuan akan terjadi hanya jika adanya pengetahuan bagi aku (subjek) tentang kamu (objek). Semakin jauh dan mendalam pengetahuanku mengenai kamu maka semakin kukuhlah cinta itu.
Sedangkan secara epistemologi (istilah), terdapat ratusan rumusan pengertian filsafat. Namun secara mendasar filsafat adalah hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh untuk menemukan kebenaran sejati.
Mengutip The liang Gie, Suhartono Suparlan, Ph.D. (2007: 45-46) mengatakan bahwa definisi filsafat dapat dipetakan menurut kronologi sejarah filsafat.
1.) Plato (427-347 SM) mengatakan bahwa filsafat adalah mengkritik pendapat- pendapat yang berlaku. Jadi kearifan atau pengetahuan intelektual itu diperoleh melalui proses pemeriksaan secara kritis diskusi dan penjelasan.
2.) Aristoteles (384-322 SM) mengatakan bahwa filsafat sebagai ilmu menyelidiki tentang hal ada sebagai hal ada yang berbeda dengan bagian-bagiannya yang satu atau lainnya. Ilmu ini juga dianggap sebagai ilmu yang pertama dan terakhir, sebab secara logis di syaratkan adanya ilmu lain yang juga harus dikuasai sehingga untuk memahaminya orang harus menguasai ilmu-ilmu yang lain itu.
3.) Sir Francis bacon (1561-1626 M) menyebutkan bahwa filsafat adalah induk agung dari ilmu ilmu. Filsafat menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya.
4.) Rene Descartes (1590-1650) menulis filsafat sebagai kumpulan segala pengetahuan di mana tuhan, alam, dan manusia menjadi pokok penyelidikan
5.) Immanuel kant (1724-1804) menyampaikan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang tercakup dalam empat persoalan yakni :
A.) Apakah yang dapat kita ketahui? (Jawabannya : metafisika)
B.) Apakah yang seharusnya kita ketahui? (Jawabannya : etika)
C.) Sampai dimanakah harapan kita? (Jawabannya : agama)
D.) Apakah yang dinamakan manusia? (Jawabannya : antropologi)
6.) G.W.F Hegel (1770-1831) menggambarkan filsafat sebagai Landasan maupun pencerminan dari peradaban. Sejarah filsafat karenanya menjadi pengungkapan sejarah peradaban dan begitu juga sebaliknya.
7.) Hebert Spencer (1820-1903) menggariskan filsafat sebagai nama pengetahuan tentang generalitas yang tingkatkannya paling tinggi.
8.) John Dewey (1859-1952) mendefinisikan filsafat sebagai suatu pengungkapan mengenai perjuangan manusia dalam melakukan penyesuaian kumpulan tradisional secara terus-menerus yang membentuk Budi manusia yang sesungguhnya terhadap kecenderungan ilmiah dan cita-cita politik baru dan yang tidak sejalan dengan wewenang yang diakui. Jadi filsafat merupakan alat untuk membuat penyesuaian-penyesuaian diantara yang lama dan yang baru dalam suatu kebudayaan
Dalam buku ini masih banyak lagi ilmuan yang mendefinisikan seperti, Bertrand Russell, Louis O. Kattsoff. Windelband, dan Frans Magnis Suseno.
Dari arti diatas, kita kemudian dapat mengerti filsafat Secara umum, filsafat adalah suatu ilmu untuk mengetahui atau menyelidiki tentang sesuatu yang bukan ilmu biasa untuk mencari dan memperoleh kebenarannya. (Referensi buku etika dan filsafat komunikasi penulis Muhammad Mufid)
2.) Jelaskan cabang-cabang ilmu filsafat?
Jawab :
1.) Logika sebagai Landasan penalaran
Logika merupakan cabang filsafat yang mempelajari menyelidiki proses atau cara berfikir yang benar yang sehat dan patokan mana yang mesti dipatuhi agar pernyataan yang diambil adalah sah.
Dalam logika ada empat hukum dasar logika.empat hukum dasar logika itu disebut juga pstulat-postulat universal semua penalaran. keempat hukum dasar logika adalah hukum identitas, hukum kontradiksi, tiada jalan tengah, dan cukup alasan.
2.) Metode filsafat
Menunjukkan pada tujuan agar studi filsafat dapat dijelajahi secara tuntas dan tujuan penyelidikan filsafat tercapai (Suhartono Suparlan, Ph.D. 2007: 87).
3.) Epistemologi sebagai Landasan pengetahuan
Epistemologi adalah cabang filsafat yang bersangkut paut dengan teori pengetahuan. Epistemologi adalah ilmu yang mempelajari berbagai Bentuk pengenalan dasar pengetahuan, hakikat dan nilainya. Secara tradisional yang menjadi pokok permasalahan dalam epistemologi adalah sumber, asal mula, dan sifat dasar pengetahuan yakni bidang, batas dan jangkauan pengetahuan.
Pengetahuan adalah suatu kata yang digunakan untuk menunjuk kepada apa yang diketahui oleh seseorang tentang sesuatu.
4.) Metafisika sebagai Landasan memahami hakikat
Metafisika adalah satu cabang filsafat yang mempelajari dan memahami penyebab adanya segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada.
Persoalan pertama yang harus dijawab metafisika adalah apakah realitas atau ada begitu beraneka ragam ? Mana yang lebih benar atas sebuah realitas atau bermacam-macam realitas? Apakah eksistensi yang sesungguhnya dari segala sesuatu yang ada itu merupakan realitas yang tampak atau tidak ? Ada banyak teori yang mencoba menjawab masalah itu diantaranya adalah teori idealisme dan materialisme. (Referensi buku etika dan filsafat komunikasi penulis Muhammad Mufid)
3.)Jelaskan apa hubungan etika dan filsafat?
Jawab:
Menurut Sidney Hook filsafat juga pencarian kebenaran, suatu persoalan nilai-nilai dan pertimbangan -pertimbangan nilai untuk melaksanakan hubungan-hubungan kemanusiaan secara benar dan juga berbagai pengetahuan tentang apa yang buruk atau baik untuk memutuskan bagaimana seseorang harus memilih atau bertindak dalam kehidupan.
Etika sering disebut filsafat moral. Etika merupakan cabang filsafat yang berbicara mengenai tindakan manusia dalam kaitannya dengan tujuan utama hidupnya. Etika membahas baik buruk atau benar tidaknya tingkah laku dan tindakan manusia etika mempersoalkan bagaimana manusia seharusnya berbuat atau bertindak.
Tindakan manusia ditentukan oleh macam-macam norma. Etika menolong manusia untuk mengambil sikap terhadap semua norma dari luar dan dari dalam, supaya manusia mencapai kesadaran moral yang Otonom.
Etika menyelidiki dasar semua normal moral. Dalam etika biasa dibedakan antara "Etika deskriptif" dan "etika normatif". Etika deskriptif memberikan gambaran dari gejala kesadaran moral, dari norma dan konsep konsep etis. Etika normatif tudak berbicara lagi tentang gejala melainkan tentang apa yang sebenarnya harus merupakan tindakan manusia. Dalam etika normatif norma dinilai dan setiap manusia ditentukan. (Referensi buku etika dan filsafat komunikasi penulis Muhammad Mufid)
4.) Jelaskan sejak kapan tradisi berfilsafat mulai ada di sejarah peradaban islam?
Jawab:
etika para Sahabat Nabi Muhammad menyampaikan dakwah Islam ke daerah-daerah tersebut terjadi peperangan antara kekuatan Islam dan kekuatan Kerajaan Bizantium di Mesir , Suria serta Irak, dan kekuatan Kerajaan Persia di Iran. Daerah-daerah ini, dengan menangnya kekuatan Islam dalam peperangan tersebut, jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Tetapi penduduknya, sesuai dengan ajaran al-Qur’an, bahwa tidak ada paksaan dalam agama dan bahwa kewajiban orang Islam han’ya menyampaikan ajaran-ajaran yang dibawa Nabi, tidak dipaksa para sahabat untuk masuk Islam. Mereka tetap memeluk agama mereka semula terutama yang menganut agama Nasrani dan Yahudi.
Dari warga negara non Islam ini timbul satu golongan yang tidak senang dengan kekuasaan Islam dan oleh karena itu ingin memajuhkan Islam. Mereka pun menyerang agama Islam dengan memajukan argumen-argumen berdasarkan falsafat yang mereka peroleh dari Yunani. Dari pihak umat Islam timbul satu golongan yang melihat bahwa serangan itu tidak dapat ditangkis kecuali dengan memakai argumen-argumen filosofis pula. Untuk itu mereka pelajari falsafat dan ilmu pengetahuan Yunani. Kedudukan akal yang tinggi dalam pemikiran Yunani mereka jumpai sejalan dengan kedudukan akal yang tinggi dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi.
Dengan demikian timbullah di panggung sejarah pemikiran Islam teologi rasional yang dipelopori kaum Mu’tazilah.
Teologi rasional Mu’tazilah inilah, dengan keyakinan akan kedudukan akal yang tinggi, kebebasan manusia dalam berfikir serta berbuat dan adanya hukum alam ciptaan Tuhan, yang membawa pada perkembangan Islam, bukan hanya falsafat, tetapi juga sains, pada masa antara abad ke VIII dan ke XIII M. (Referensi https://www.google.com/amp/s/boediz22.wordpress.com/2012/03/22/asal-usul-filsafat-islam/amp/ )
5. Kapankah masa keemasan filsafat dalam sejarah peradaban iIslam?
Jawab:
Zaman Kejayaan Islam (sek. 750 M - sek. 1258 M) adalah masa ketika para filsuf, ilmuwan, dan insinyur di Dunia Islam menghasilkan banyak kontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan, baik dengan menjaga tradisi yang telah ada ataupun dengan menambahkan penemuan dan inovasi mereka sendiri
Hanya dalam bidang filsafat, para ilmuwan Islam relatif dibatasi dalam menerapkan gagasan-gagasan nonortodoks mereka. Meskipun demikian, Ibnu Rushd dan polimat Persia Ibnu Sina membberikan kontribusi penting dalam melanjutkan karya-karya Aristoteles, yang gagasan-gagasannya mendominasi pemikiran nonkeagamaan dunia Islam dan Kristen. Mereka juga mengadopsi gagasan-gagasan dari Cina dan India, yang dengan demikian menambah pengetahuan mereka yang sudah ada sebelumnya. Ibnu Sina dan para pemikir spekulatif lainnya seperti al-Kindi dan al-Farabi menggabungkan Aristotelianisme dan Neoplatonisme dengan gagasan-gagasan lainnya yang diperkenalkan melalui Islam.
Literatur filsafat Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan bahasa Ladino, yang ikut membantu perkembangan filsafat Eropa modern. Sosiolog-sejarawan Ibnu Khaldun, warga Kartago Konstantinus orang Afrika yang menerjemahkan naskah-naskah kedokteran Yunani dan kumpulan teknik matematika Al-Khwarzimi adalah tokoh-tokoh penting pada Zaman Kejayaan Islam. Pada masa ini juga terjadi perkembangan filsuf non-Muslim. Filsuf Yahudi Moses Maimonides yang tinggal di Andalusia adalah salah satu contohnya. (Referensi https://id.m.wikipedia.org/wiki/Zaman_Kejayaan_Islam )
Jadi, masa filsafat itu adalah masa keemasan kejayaan iIslam juga, bersamaan dengan itu kemudian keluarlah filsuf pertama islam yaitu Al - kindi
6.) Pilihlah satu filsuf Muslim dan jelaskan kontribusinya terhadap ilmu filsafat dan ilmu pengetahuan lainnya ?
Jawab:
Filsuf besar pertama yang dikenal adalah Al - Kindi (796-873 M) satu satunya filsuf Arab dalam islam. Ia dengan tegas mengatakan bahwa antara filsafat dan agama tak ada pertentangan. Filsafat, ia artikan sebagai pembahasan tentang benar (al-bash's al-haqq). Agama dalam pada itu juga menjelaskan yang benar. Maka, kedua-duanya membahas yang benar. Selanjutnya, filsafat dalam pembahasannya memakai akal dan agama dan dalam penjelasan tentang yang benar juga memakai argumen-argumen rasional.
Memurnikan tauhid memang masalah penting dalam teologi dan filsafat islam. Dalam hal ini Al - Farabi (870-950 M) memberi konsep yang lebih murni lagi. Dalam pemikirannya, kalau Tuhan, pencipta alam semesta berhubungan langsung dengan ciptaannya yang tak dapat dihitung banyaknya itu, didalam diri Tuhan terdapat arti banyak. Dzat yang didalam diri-Nya terdapat arti banyak tidaklah sebenarnya esa. Yang maha esa, agar menjadi esa, hanya berhubungan dengan yang esa.
Ilmuwan Renaisans dari Italia, Geralomo Cardano (1501-1575), menganggapnya sebagai salah satu dari 12 pemikir besar di abad pertengahan. Menurut Ibnu al-Nadim, al-Kindi telah menulis sedikitnya 260 buku, buku mengenai geometri sebanyak 22 buku, medis dan filsafat masing-masing 22 buku, sembilan buku logika, dan 12 buku fisika.
Pengaruhnya di berbagai bidang tersebut jauh melebihi ilmuwan-ilmuwan di zamannya dan bertahan selama berabad-abad. Karyanya yang masih tersisa terdapat dalam bentuk terjemahan Latin oleh Gerard dari Cremona, hanya sedikit dalam bahasa Arab. (Referensi buku etika dan filsafat komunikasi penulis Muhammad Mufid dan https://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/18/02/10/p3xvzl313-sumbangsih-alkindi-paling-signifikan )
Sekian
Retno Septiani
Etika Bisnis Syariah
27 Februari 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar